
Apakah Anda tahu salah satu platform tontonan digital, yaitu Netflix? Data pelanggan Netflix sampai kuartal-II 2021 memiliki 209 juta pelanggan di seluruh dunia, luar biasa kan! Lalu bagaimana Netflix mampu memahami kebutuhan penggunanya dengan cara memberikan rekomendasi film yang diminati?
Jawabannya adalah deep learning yang merupakan artificial intelligence yang mampu meniru proses kerja otak manusia. Teknologi ini bekerja dengan mengolah data mentah dan menciptakan pola untuk keperluan pengambilan keputusan. Deep learning mampu mengenai pola dan informasi tanpa perlu pengawasan dari data yang tidak terstruktur atau tidak berlabel.
Sekarang kita lihat bagaimana Netflix memahami kebutuhan penggunanya. Jika Anda pernah berlangganan Netflix, mungkin Anda bisa menemukan rekomendasi video yang menarik. Teknologi deep learning ini akan memanfaatkan minat dan kebiasaan Anda dalam menggunakan Netflix ketika mencari video yang sekiranya sesuai dengan kebutuhan Anda.
Di era serba modern seperti sekarang, rasanya deep learning menjadi teknologi canggih yang cukup penting. Tapi tidak hanya untuk memahami pola pemakaian pengguna, deep learning memiliki manfaat lainnya, seperti:
1. Kinerja unstructured data di aplikasi atau web yang lebih maksimal
2. Mengurangi budget teknologi untuk rekayasa fitur
3. Meminimalisir budget operasional development
4. Tampilan output yang berkualitas
5. Teknik manipulasi data secara tepat
Singkatnya, deep learning ini selain menilai kebiasaan penggunanya, teknologi ini juga dapat merancang sebuah keputusan.
Jangan lupa baca juga artikel lainnya tentang bagaimana peranan teknologi dalam scale up bisnis di era digital.


