
Pada artikel sebelumnya kita sudah mempelajari tentang Conversion Rate mulai dari pengertian, cara menghitung, dan fungsinya untuk mengukur tingkat efektivitas promosi bisnis. Kali ini kita akan membahas bagaimana cara mengoptimalkan tingkat konversi yang dilakukan oleh pengunjung website. Tujuan utama dari Conversion Rate Optimization adalah meningkatkan traffic conversion rate yang sudah dimiliki dengan aset yang sudah ada. Optimasi adalah proses yang dilakukan secara berkelanjutan karena akan selalu ada hal yang bisa ditingkatkan ketika kita menjalankan bisnis.
Langkah awal yang harus dilakukan adalah menentukan goals dan target untuk jangka waktu tertentu. Setelah memiliki tujuan yang ingin diraih, kumpulkan data untuk dianalisis. Jangan gunakan asumsi ketika membuat keputusan. Gunakan data yang relevan agar keputusan yang diambil tepat sasaran. Rangkum semua hal yang pernah dicoba pada website dan lihat yang menunjukan tingkat keberhasilan paling tinggi berdasarkan data yang ada.
Kunci dari kesuksesan Conversion Rate Optimization adalah menggunakan data yang relevan untuk menyusun sebuah formula yang tepat. Identifikasi hal yang membuat conversion rate menurun dan temukan apa yang efektif untuk meningkatkan nilai konversi. Kemudian susun hipotesis mengapa hal itu bisa terjadi dan cari solusinya. Hasil hipotesis ini akan menjadi dasar mengambil keputusan sehingga harus dibuat sesuai dengan tujuan awal. Pastikan hipotesis merupakan hal yang dapat dilakukan dan bisa diukur tingkat keberhasilannya.
Gunakan hipotesis dan data untuk membuat beberapa variasi tampilan dan fitur yang akan coba diterapkan pada website. Percobaan ini membutuhkan waktu untuk merancang dan menjalankannya demi mendapatkan hasil yang valid. Setelah beberapa kali percobaan, monitor hasilnya dan pilih salah satu variasi yang menunjukan hasil paling baik. Beberapa contoh variasi yang dapat dicoba adalah sebagai berikut :
Buat CTA (call to action) dalam bentuk kalimat yang singkat, jelas, dan menarik. CTA dalam bentuk tulisan lebih banyak diklik pengunjung dibandingkan CTA dalam bentuk gambar.
Tambahkan lead flow dalam bentuk pop-up untuk menarik perhatian dan menawarkan promo.
Lakukan A/B testing pada landing page untuk menentukan desain terbaik.
Tambahkan fitur shortcut yang ketika diklik akan secara otomatis mengarahkan pengunjung untuk mengontak Anda melalui whatsapp atau email.
Optimalkan postingan blog yang memiliki banyak pengunjung dan interaksi.
Banyak variasi lain yang bisa dicoba sesuai dengan model website dan tipe bisnis yang Anda jalankan. Lakukan percobaan secara berkala dan pantau hasilnya secara teratur untuk menemukan formula yang tepat dalam meningkatkan conversion rate. Setelah berhasil dan angka penjualan semakin meningkat, teruslah berinovasi dan buat target baru yang lebih tinggi. Meningkatkan conversion rate membutuhkan dedikasi dan kesabaran, namun usaha yang dilakukan sebanding dengan hasil dan pemahaman yang didapat.


