
DHL ingin menjadi aktor utama dalam ekosistem saat gelombang bisnis eCommerce baru mulai muncul.
Awalnya, DHL beroperasi dengan sistem tradisional yang dikembangkan oleh tim internal mereka sendiri. Namun dengan disrupsi #eCommerce yang muncul dan jaringan logistics yang berkembang, DHL membutuhkan solusi #technology yang scalable, kuat, dan adaptif dalam proses digital transformation, fulfillment dan pergudangan mereka.
Dengan goals yang jelas tersebut, DHL membutuhkan adanya:
1. Skalabilitas Operasional
DHL membutuhkan platform yang memungkinkan untuk mengelola operasi pengambilan, pengemasan, dan pengiriman besar-besaran dari jaringan mereka,
2. Integrasi eCommerce
Pelanggan utama DHL adalah para seller di pasar eCommerce seperti #Shopify dan #Magento. Oleh karena itu,penting bagi DHL untuk memiliki sistem yang terintegrasi dengan para pemain penting dalam ekosistem digital commerce yang ada.
DHL dapat secara signifikan merampingkan operasional fulfillment mereka di Singapura dengan platform konsolidasi e-commerce. Flow terpisah untuk pemrosesan pesanan B2B dan pesanan B2C dibuat untuk menyederhanakan operasional DHL.
Mereka mampu menghemat sejumlah besar biaya integrasi karena sistem teknologi baru yang terintegrasi dengan sejumlah pembuat toko web seperti Shopify, Magento, WooCommerce, dan beberapa pasar eCommerce global.
Bagaimana mengetahui cara penerapan cloud warehouse and fulfillment yang terhubung dengan semua marketplace yang ada di Indonesia untuk ekspansi regional bisnis anda.


